Sorotan Publik Menguat, Massa Ariate Tagih Ketegasan Polres SBB Menuntaskan Seluruh Rangkaian Perkara

BPONENEWS.COM | Seram Bagian Barat, 3 Juli 2026 – Kesabaran masyarakat Desa Ariate tampaknya telah mencapai batas. Hampir 500 warga turun langsung ke Mapolres Seram Bagian Barat, Kamis

(3/7/2026), membawa satu tuntutan yang tegas: penegakan hukum harus bergerak lebih cepat, lebih transparan, dan bebas dari kesan lamban maupun tebang pilih.
Dengan iring-iringan kendaraan dan pengawalan bendera Merah Putih, massa menyampaikan bahwa penyelesaian

rangkaian peristiwa sejak 30 Mei 2026 tidak boleh terus berlarut-larut. Menurut mereka, lambannya kepastian hukum berpotensi memunculkan keresahan, memperlebar ketidakpercayaan publik, serta memperdalam luka sosial di tengah masyarakat.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari konflik yang bermula pada 30 Mei 2026. Perkara kini masih berada dalam proses penyidikan Polres Seram Bagian Barat dengan sejumlah pihak telah diamankan. Namun bagi masyarakat, proses hukum tidak cukup hanya berjalan, melainkan harus menghasilkan kepastian yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik.

Dalam pernyataan sikapnya, Gerakan Masyarakat Ariate Bersatu meminta agar seluruh rangkaian perkara diusut secara menyeluruh, termasuk dugaan penyerangan Pos Polisi Subsektor Laala dan pembakaran kedai milik anggota Bhabinkamtibmas. Mereka mendesak agar setiap pihak yang diduga terlibat diproses berdasarkan alat bukti yang sah tanpa pengecualian.

Massa juga menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan apabila penyidikan menemukan bukti yang mengarah kepada pihak lain. Mereka meminta aparat bekerja secara profesional, objektif, independen, dan menjunjung tinggi asas persamaan di hadapan hukum.

 

Aksi berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, Polres Seram Bagian Barat belum menyampaikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyidikan atas dugaan penyerangan Pos Polisi Subsektor Laala maupun pembakaran kedai milik anggota Bhabinkamtibmas.

Perkembangan penyidikan perkara ini akan menjadi perhatian publik karena menyangkut kepastian hukum, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, serta stabilitas keamanan di Kecamatan Huamual.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *